Perkuat Ekonomi Desa, Mahasiswa Untag Surabaya Dampingi Petani Jamur Nogosari Optimalkan Media Tanam
MOJOKERTO ─ Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Untag Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Kali ini, tim mahasiswa diterjunkan ke Dusun Nogosari, Kecamatan Pacet, untuk membantu pelaku UMKM jamur tiram meningkatkan produktivitas melalui inovasi teknologi tepat guna berupa alat pengepres media tanam baglog otomatis. Dusun Nogosari selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budidaya jamur di wilayah Mojokerto. Namun, tingginya permintaan pasar seringkali tidak sebanding dengan kecepatan produksi. Masalah utamanya terletak pada proses pembuatan baglog yang masih dilakukan secara manual dan tradisional.
Ketua tim mahasiswa Untag Surabaya menjelaskan bahwa proses pengisian media tanam secara manual memakan waktu lama dan seringkali menghasilkan kepadatan yang tidak merata. Kepadatan yang tidak konsisten membuat pertumbuhan jamur tidak maksimal dan rentan terkontaminasi bakteri. Dengan alat press yang kami rancang, kepadatan baglog menjadi standar dan prosesnya tiga kali lebih cepat, ujarnya. Alat pengepres baglog ini didesain secara ergonomis, sehingga selain mempercepat produksi, juga mengurangi beban fisik bagi para pekerja UMKM.
Jika sebelumnya seorang pekerja hanya mampu menghasilkan 40 baglog per jam, kini mereka mampu memproduksi hingga 120 baglog dalam durasi yang sama. Tidak hanya memberikan bantuan alat, mahasiswa Untag juga memberikan edukasi mengenai optimalisasi nutrisi media tanam. Campuran serbuk gergaji kayu, dedak, dan kapur kini diatur dengan rasio yang lebih presisi untuk memastikan jamur tumbuh lebih besar dan lebih cepat panen. Pak Bambang, salah satu pemilik UMKM jamur di Dusun Nogosari, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa. Dulu kami sering gagal karena jamurnya tidak tumbuh rata atau medianya cepat busuk. Sekarang dengan alat dan cara campuran baru ini, hasil panen kami jauh lebih stabil, ungkapnya penuh syukur.
Program ini merupakan bagian dari visi Untag Surabaya sebagai Kampus Merah Putih yang fokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi dan inovasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM di Dusun Nogosari tidak hanya naik kelas secara teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan taraf ekonomi warga sekitar. Dosen Pembimbing Lapangan DPL Untag Surabaya menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha desa sangat penting. Ini adalah bukti nyata bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, pungkasnya. Dengan adanya inovasi ini, Dusun Nogosari optimis dapat memenuhi permintaan jamur tiram yang terus meningkat di wilayah Jawa Timur, sekaligus menjadi desa percontohan budidaya jamur modern di Kabupaten Mojokerto. Untag Surabaya terus berkomitmen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat untuk mendorong kemandirian ekonomi desa melalui inovasi teknologi.
Wuliyono
Admin DesaPenulis di Nogosari